Jumat, 14 Juni 2013

Pengembangan One Valage One Product (OVOP) sentra Industri Seni Kerajinan Gerabah Kasongan



Pengembangan One Valage One Product (OVOP) sentra Industri Seni Kerajinan Gerabah Kasongan

1. Abstrak
            Ovop adalah metode berbentuk program pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dikembangkan di Jepang yang kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Diterapkan diseluruh Indonesia termasuk di sentra indusatri gerabah Kasongan. Pembuatan desain yang kreatif untuk menunjang Ovop dengan mengembangkan desain seni kolase kaca pada gerabah, material design craft cemen (DCC) sebagai bahan produk seni kerajinan yang ringan, dan lain sebagainyanya. Hal ini untuk meningkatkan ekspor produk kerajinan dari Yogyakarta. Dengan metode menciptakan prototype, memberi contoh produk, dan mengajak membuat desain baru yang diterima pasar maka masyarakat Kasongan dapat memyesuaikannya. Partisipasi penulis sebagai prestasi dan telah mampu memenangkan penghargaan OVOP dari pemerintah Jepang yang dianggap berperan dalam pengembangan OVOP secara intensif di Yogyakarta.

2. Latar Belakang
a.       Pengembangan UKM menjadi hal penting bagi pemerintah sebagai bagian ekonomi kerakyatan
b.      Pengembangannya masih bersifat tumpang tindih dan belum terjadi satu kesatuan, terutama produk yang dihasilkan dalam satu wilayah.
c.       Diperlukan semangat ketokohan guna memberi contoh desain dan bagaimana memahami desain sebagai bagian penting untuk meraih ekspor.

3.      Merode Pencapaian Unggulan
a.      Eksplorasi desain baru
Eksplorasi desain dengan mempelajari (1) trend warna (2) trend bentuk, (3) trend karakter. Diendapkan sebagai dasar perenungan dalam pertimbangan hati, sekiranya apa yang dapat dipetik untuk dimanfaatkan mencipta desain baru. Kemudian dituangkan dalam sketsa alternative yang dipakai sebagai dasar pencarian bentuk yang sesuai dengan yang dikehendaki. Setelah mendapatkan bentuk yang sesuai baru dilakukan pembuatan prototype,  ada beberapa yang dibuat prototype agar didapat kepastian bentuk yang akan diterjunkan untuk direproduksi.

b.      Peran serta dalam masyarakat
Setelah prototype didapat selanjutnya mengajak masyarakat untuk ikut bereran aktif dalam penciptaakn desain baru. Pengrajin umumnya tidak sadar bahwa mereka memiliki tingkat kreatifitas masing-masing jika digali dan tahu cara mencipta desain baru. Peran para pengrajin ini secara keseluruhan mampu meningkatkan desain-desain baru yang muncul di masyarakat pengrajin keramik Kasongan. Oleh karenanya para pengrajin saat ini sebagian besar mampu mencipta produk-produk yang sesuai dengan apa yang laku dipasaran ekspor.


c.       Pelatihan dan pembinaan
Dalam masyarakat Kasongan system pelatihan bersama dalam menciptakan desain menjadi hal yang penting untuk meningkatkan ketrampilan menciptakan desain. Pelatiahan dilakukan dalam sebuah paguyuban pengrajin gerabah Kasongan. Pelatihan juga berfungsi sebagai bagian sosialisasi berbagai hal dalam pengembangan OVOP itu, sehingga kesepakatan tentang berbagai pembinaan dapat diarahkan agar tidak tumpang tindih.
4.      Prestasi Unggulan
a.       Telah mampu meningkatkan ekspor hasil produk kreatif masyarakata Kasongan dalam saat krisis global sedang menlanda kegiatan ekspor dari Kasongan Bantul Yogyakarta.
b.      Meningkat dari 150.000 USD per bulan menjadi 325.000 USD ekspor ke manca Negara khusunya Eropa, Australia dan Korea.
c.       Menjadi salah satu percontohan yang dipilih sebagai model pengembangan OVOP di Indonesia.
5.      Kemanfaatan
a.       Sebagai bagian industry kreatif pengelolaan dengan system OVOP member kemudahan dalam pengaturan kerja dari masing-masing UKM pada masyarakat untuk saling mengisi. Sehingga terjadi peningkatan ekonomi mereka.
b.      Meningkatkan ekspor non migas, dan berefek meningkatkan pendapat Negara.
6.      Disiminasi
a.       Pelaksanaan disiminasi dalam wilayah Kasongan dilakukan berkala terutama pada para pengrajin yang berumur muda, atau para calon penerus kegiatan bisnis seni kerajinan gerabah itu.
b.      Beberapa pengrajin di sentra Tumang Cepogo, Bambu Tasik Malaya, Batik Pekalongan, dan lain sebagainya, mereka belajar dan dikenalkan sisitem ini dengan mengajak penulis untuk berbagi cara mulai dadi pemahaman desain sampai pada cara pemasaran dan kerja antra kelompok.
7.      Pengakukan dari Pihak Terkait
a.       Pemerintah Jepang dengan penulis mendapatkan OVOP Award 2011 di Vietnam
a.       Departemen Perindustrian Republik Indonesia
b.      Masyarakat Kasongan dan Yogyakarta (Koperasi Usaha Bersama, Kop. Setya Bawana, Asmndo Konda Yogyakarta, Kadin Yogyakarta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar